Januari 25, 2022

rakyatbenteng

lebih dekat, cepat dan tersebar

Klaim Pemilik Lahan, Polemik Jalan Sukarami-Tanjung Raman Belum Usai

TABA PENANJUNG RBt – Meskipun status kepemilikan lahan pada jalan kabupaten antara Desa Sukarami-Desa Tanjung Raman Kecamatan Taba Penanjung telah inkrah putusan Mahkamah Agung (MA) milik Pemkab Benteng, namun polemik jalan ini masih terus saja berlanjut. Salah seorang warga setempat, Fatmawati mengklaim jika pada jalan tersebut masih terdapat lahan miliknya dengan dibuktikan kepemilikan Surat Keterangan Tanah (SKT).

Fatmawati menuturkan, polemik status  lahan yang dipersidangkan di MA untuk pelapor, Karnen. Namun yang lahan miliknya belum sama sekali dipersidangkan ataupun diganti rugi. Sehingga dirinya masih merasa jika lahan pada jalan merupakan miliknya.

‘’Putusan di pengadilan inkrah, itu bukan lahan milik saya. Tapi itu miliknya Karnen yang berada di dekat jembatan Tanjung Raman. Kalau lahan saya belum ada dipersidangkan ataupun diganti rugi. Saya juga ada bukti SKT-nya,’’ kata Fatmawati.

Diceritakan Fatmawati, sebelummya jalan tersebut merupakan kebun kopi milik orang tuanya sekitar tahun 80-an silam. Kemudian Karnen mengajak orang tuanya untuk bekerjasama membuat proyek kuari.

Sehingga dibukalah jalan untuk menuju ke kuari yakni diatas lahan keluarganya. Sehingga atas persoalan yang terjadi saat ini meminta agar adanya solusi terbaik yang diberikan Pemkab Benteng.

‘’Di SKT tertera jika lahan milik orang tua seluas lebar 20 meter dikali panjang 50 meter. Saya harap persoalan ini bisa selesai secara baik,’’ ujar Fatmawati.

Terpisah, anggota DPRD Benteng, Doni Erian mengatakan jika dirinya mengikuti perkembangan persidangan di MA beberapa waktu lalu. Lahan yang dipersidangkan terhitung dari jalan nasional poros hingga menuju pangkal jembatan.

‘’Waktu terjadi sengketa, kemudian dipersidangkan. Itu dari jalan poros sampai jalan jembatan. Hasilnya MA memenangkan Pemkab Benteng. Jadi untuk saat ini jika memang ada warga yang merasa memiliki lahan, silakan menempuh jalur hukum dan membiarkan proses pembangunan jalan tetap berjalan,’’ pungkas Doni.(fry)

Sharing is Caring