Mei 25, 2022

rakyatbenteng

lebih dekat, cepat dan tersebar

Diserbu Emak-emak, Stok Minyak Goreng Ludes

KARANG TINGGI RBt – Sejak pemerintah mengumumkan turunnya harga minyak goreng menjadi Rp 14 ribu/liter, ritel waralaba Indomaret maupun Alfamart diserbu oleh warga yang mayoritas emak-emak atau ibu-ibu. Tingginya permintaan akan minyak goreng berimbas pada kenaikan penjualan. Meski jumlah pembelian dibatasi, tetap saja stok yang tersedia ludes terjual.

Seperti disampaikan salah seorang  karyawan Indomaret, Rudi Kusnata, sejak adanya pengumuman penurunan harga minyak manis dari pemerintah, warga banyak mendatangi indomaret untuk membeli minyak goreng. Adapun dari stok awal sebanyak 120 pcs atau sekitar 240 liter, seluruhnya ludes dibeli warga.

‘’Jadi awalnya kami ada 20 dus, isi 1 dus itu 6 pcs. Jadi total ada 120 pcs. 1 pcsnya 2 liter. Semuanya sampai saat ini sudah habis dibeli warga. Stok kami sampai saat ini juga sudah tidak ada lagi,’’ ujar Rudi.

Sementara, pemilik warung manisan di Kecamatan Talang Empat, Yarni menuturkan jika harga jual minyak manis yang dijualnya berkisar Rp 19 ribu hingga Rp 21 ribu per liter untuk berbagai merek. Sehingga untuk keuntungan yang diterimanya tidak terlalu besar. Diakuinya untuk minyak, kebanyakan warga ataupun tetangganya membeli ke indomaret atau alfamart.

‘’Kalau di warung, harganya masih standar dan belum sepenuhnya turun. Karena mengingat harga modal awal lalu. Jadi kebanyakan sekarang, warga membeli di indomaret,’’ kata Yarni.

Terpisah, salah seorang warga Desa Nakau, Sularsih mengaku langsung menuju ke indomaret setelah mendengar adanya penurunan harga minyak manis.

‘’Minyak manis ini kebutuhan pokok sehari-hari. Saat saya terima informasi adanya penurunan harga, saya langsung membeli ke Indomaret. Memang tidak boleh membeli terlalu banyak. Dibatasi juga,’’ pungkas Sularsih.(fry)

Sharing is Caring