Mei 25, 2022

rakyatbenteng

lebih dekat, cepat dan tersebar

Rela Tak Dapat Jatah, Kades Nakau dan Polisi Kawal Penjualan Migor di Waralaba, Warga Nakau Prioritas

Kades Nakau, Elvi Febriyanti

TALANG EMPAT RBt – Baru masuk sekitar pukul 10.01 WIB pagi tadi (14/3), produk minyak goreng (Migor) kemasan di salah satu Waralaba Desa Nakau, Kecamatan Talang Empat langsung ludes terjual tak bersisa sebelum pukul 12.02 WIB. Pembelinya didominasi “emak-emak” yang rela antre untuk mendapatkan migor.

Dari pantauan Rakyat Benteng (RBt), hadir Kades Talang Empat, Elvi Febriyanti dan sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Talang Empat mengawal penjualan migor agar tertib dan merata.

Kepada RBt Elvi menjelaskan bahwa dirinya meminta kepada karyawan/ti waralaba setempat agar memprioritaskan penjualan migor kepada warganya. Bukan berarti warga luar Nakau tidak diperbolehkan. Porsinya saja dilebihkan untuk warga Nakau.

Mengingat keberadaan waralaba di Nakau, sepantasnya jika warga Nakau yang diutamakan. Sebagai bukti domisili, warga diharuskan menunjukkan KTP terlebih dulu sebelum membeli.

“Alhamdulillah untuk yang hari ini ada 48 bungkus minyak goreng, sesuai jumlah yang masuk kata karyawannya, 8 dus sudah terjual semua dengan aman dan tertib. Kalau minyak masuk lagi nanti gantian, warga yang 48 orang tadi tidak boleh lagi. Tujuan kita agar merata, warga yang mendapatkan bisa semaksimalnya. Menyesuaikan minyak yang masuk. Tidak ada persyaratan apa-apa, hanya menunjukkan KTP saja sebagai bukti domisili. Dari kita juga sudah mengambil foto warga-warga yang sudah membeli tadi,” papar Elvi.

Lantas bagaimana dengan ibu kades sendiri, apakah ada jatah migor khusus dari waralaba?

“Saya sendiri tidak ada dapat. Tidak masalah, saya memikirkan warga saya dulu. Bagaimana agar mereka bisa kebagian minyak yang belakangan ini sedang langka. Kita minta kerjasamanya dengan pihak toko dan dibantu bapak-bapak dari kepolisian juga untuk mengawal,” kata Elvi.

Kusnadi, karyawan waralaba setempat membenarkan bahwa stok migor di tempatnya hanya bertahan sesaat. Ia dan rekannya bisa lega lantaran penjualan migor berlangsung tertib.

“Ada 8 dus yang masuk pagi ini. 1 dus isi 6 bungkus, berarti totalnya 48 bungkus. Ukuran 2 liter. Kapan lagi minyak masuk kami belum tahu, karena tergantung dari gudangnya. Tapi nanti kalau masuk lagi kami langsung kabari ibu kades dan polsek,” ungkap Kusnadi.(sir)

Sharing is Caring